Pentingnya Menyiapkan Pemuda untuk Menyambut Bonus Demografi 2045

img

POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), dari Fraksi Golkar dr. H. Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan pandangannya tentang pentingnya partisipasi pemilih muda dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tanah Borneo.

Menurutnya, dalam menghadapi tantangan bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2045, generasi muda, terutama yang berasal dari kelompok Gen Z dan para Milenial, memiliki peran strategis menentukan masa depan bangsa Indonesia.

Dalam wawancara yang berlangsung baru-baru ini, dr. Andi menjelaskan bahwa saat ini, pemilih yang paling dominan adalah generasi muda, yakni mereka yang masuk dalam kategori Gen Z dan Milenial.

"Pemuda adalah penggerak negara. Harapan kita terletak pada mereka. Generasi muda saat ini bukan hanya sekadar pemilih, tetapi juga pemegang kunci masa depan bangsa," ujarnya.

dr. Andi menambahkan, para pemuda yang dimaksud berada dalam rentang usia 10 - 24 tahun, yang menurutnya adalah kelompok yang berperan aktif dalam menggerakkan roda kehidupan politik, sosial, dan ekonomi negara.

"Mereka, motor penggerak segala perubahan yang diharapkan bisa membawa kemajuan. Saya berharap mereka akan semakin aktif dalam partisipasi politik, terutama pada Pilkada serentak yang akan terselenggara tanggal 27 November ini," lanjutnya.

dr. Andi juga menyoroti isu penting soal bonus demografi yang diprediksi bakal terjadi pada tahun 2045 mendatang. Indonesia lanjut dia, diperkirakan akan mengalami lonjakan jumlah penduduk usia produktif, yakni mereka yang berusia antara 15 - 64 tahun, yang akan mencapai sekitar 70 persen dari total populasi.

"Bonus demografi adalah peluang besar, tetapi harus dipersiapkan dengan matang agar tidak berbalik menjadi beban. Jika generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik, kita bisa saja menghadapi tantangan besar seperti pengangguran dan kriminalitas," tegasnya.

Menurut dr. Andi, untuk memastikan bahwa Indonesia benar-benar bisa memanfaatkan bonus demografi dengan maksimal, generasi muda saat ini harus diberi kesempatan untuk berkembang dan berperan aktif dalam pembangunan.

Salah satu cara untuk melibatkan mereka adalah dengan mendorong partisipasi mereka dalam Pilkada serentak tahun 2024 ini.

"Pilkada adalah cara bagi generasi muda untuk menyuarakan aspirasi mereka. Saya harap mereka bisa berpartisipasi aktif dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang akan menentukan arah bangsa ke depan," harapnya.

Meski bonus demografi 2045 masih 21 tahun lagi, persiapan yang matang harus dimulai sejak sekarang. Ia menegaskan bahwa jika hal itu tidak dipersiapkan dengan baik melalui generasi muda. Maka, bonus demografi bisa menjadi malapetaka bagi Indonesia maupun Kaltim.

"Oleh karena itu, ini menjadi perhatian kita semua. Sedari sekarang, kita pastikan para pemuda siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Itu harus menjadi prioritas mereka," paparnya.

dr. Andi berharap bahwa melalui Pilkada yang melibatkan partisipasi pemuda secara luas, Indonesia khususnya Kaltim bisa menciptakan generasi emas yang tidak hanya siap menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial yang ada.

"Kita berharap pemuda tidak hanya menjadi generasi cemas, tetapi menjadi generasi emas yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," tutupnya.(adv/die)